• Jalan Pawiyatan Luhur I No.1, Semarang 50233 |
  • (024) 8317281 |
  • lldikti6@ristekdikti.go.id |

Udinus Targetkan 4 Profesor Baru di 2020

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menambah satu Profesor baru atas nama Prof. Dr. Amron, dimana Salinan SK dari Kemendikbud diserahkan oleh Kepala LLDIKTI VI Prof. DYP. Sugiharto kepada rektor Udinus Prof. Dr. Edi Noersasongko, Selasa (26/11) di kantornya Jl. Pawiyatan Luhur I, Bendan Dhuwur, Semarang. 

“Alhamdulillah Udinus telah menambah satu Profesor baru atas nama Prof. Dr. Amron. Saat ini di tempat kami terdapat 7 Profesor, dan Insya Allah jumlah tersebut akan terus bertambah. Kami targetkan di 2020 nanti akan menyusul 4 Profesor baru yang saat ini sedang persiapan untuk berproses.”

Pernyataan Prof. Dr. Edi Noersasongko ini disampaikan dalam wawancara dengan awak media depan awak media usai acara wisuda  Udinus ke-68 yang berlangsung di Rama-Shinta Hall Hotel Patra, Rabu (27/11) dengan peserta wisuda sebanyak 553 lulusan. Tampak hadir  memberikan sambutan di acara ini Kepala LLDIKTI VI Prof.Dr. DYP. Sugiharto.

Selain mengenai subtansi penambahan Profesor, orang nomor satu di jajaran Udinus tersebut menyampaikan terkait akan perkembangan bisnis online yang semakin menjanjikan untuk aktivitas wirausaha.  

“Konsep mendirikan bisnis online dengan menggunakan teknologi seperti yang dilakukan Gojek, Toko Online dan Madhang. Id, menjadi pekerjaan yang menjanjikan. Menjadi wirausaha dibutuhkan kemampuan untuk melihat peluang.” kata Prof. Dr. Edi Noersasongko

Menurutnya, start-up bisnis sejak awal pendirian mereka sudah dirancang untuk menangani pasar yang sangat besar, yakni pasar yang melayani jutaan orang yang berada diberbagai penjurudunia. “Menjadi seorang wirausahawan harus berani merubah peluang yang ada.” tegasnya

Ia berharap, sebagai lulusan Udinus jangan hanya menjadi penonton, namun lakukan sesuatu, dan menerapkan konsep kosong namun berisi, dengan menghubungkan sesuatu dengan sesuatu secara digital.

“Intisari dari konsep kosong namun berisi tersebut adalah menghubungkan, Seperti Facebook, Gojek, Bukalapak. Mereka sama-sama mengaplikasikan konsep menghubungkan dari manusia ke manusia hingga pelanggan dengan pengemudi dan pembeli. Kami optimis para wisudawan Udinus pasti mampu menerapkan konsep itu,” tegasnya meyakinkan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram