• Jalan Pawiyatan Luhur I No.1, Semarang 50233 |
  • (024) 8317281 |
  • lldikti6@ristekdikti.go.id |

Pemerintah Kabupaten Blora Kunjungi USM

SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Kabupaten Blora yang dipimpin oleh Sekda (Sekretaris Daerah) Komang Gede Irawadi, SE., M.Si. berkunjung ke USM (Universitas Semarang) dalam rangka Rapat Kerja pengembangan produk Batik Blora Go Public yang merupakan kelanjutan MoU antara Bupati Blora dan Rektor USM. Diterima langsung oleh Rektor USM Andy Kridasusila, SE., MM. di ruang sidang Rektorat USM, Andy menyatakan bahwa jajaran USM siap mendukung dan mewujudkan produk unggulan Batik Blora untuk dikenal dan digemari masyarakat luas melalui beberapa riset, inovasi, dan teknologi.

Rektor USM langsung menunjuk Prof. Dr. Ir. Kesi Widjajanti, SE., MM sebagai Ketua Periset dan Ketua Pelaksana program pengembangan Fashion Batik Blora dengan anggota tim Dr. Paulus Wardoyo, MM., Febrian Wahyu Christanto, M.Cs., dan Dea Aulia Widyaevan, Msn.

“Kami akan melakukan riset tentang Batik Blora dan akan menciptakan beberapa inovasi batik seperti ikat kepala, selendang, jaket, tas, dan masih banyak lagi produk kekinian yang identik dgn Blora seperti motif daun jati, motif suku Samin, dan motif identik lainnya”, tutur Kesi. Beliau juga menambahkan bahwa inovasi-inovasi nantinya tersebut didukung pula oleh desainer internasional, teknologi E-Commerce, dan sosial media.

Komang Gede Irawadi selaku Sekda Kabupaten Blora menanggapi dengan antusias kerjasama ini, ditemui disela Rapat Kerja, Komang sangat mengharapkan Blora punya produk kreatif unggulan yang dikenal masyarakat luas. “Selama ini Blora terkenal dengan satenya, lontong tahunya, dan kerajinan kayu jatinya. Dengan riset dari USM ini kami optimis Batik Blora akan Go Public dan menjadi souvenir ikonik Blora. Kami siap mengerahkan seluruh SKPD yang bersinggungan dengan riset ini, menyediakan data, atau venue untuk mewujudkan riset besar ini.” Tutup Komang.

Riset Batik Blora ini menggandeng pula LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan direncanakan akan rampung selama 2-3 tahun ke depan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram